Senin, 13 November 2017

TUTUR KATA

HIKMAH OLEH HABIB NOVEL ALATAS,

Tutur kata dari orang ikhlas dan jujur adalah bagaikan cahaya yang berkah meskipun tutur katanya tidak fasih.
Namun tutur kata orang riya' dan sikapnya yang jelek, bagaikan kegelapan  yang sia2, meskipun tutur katanya sangat fasih.

Khikam imam haddad

KETAATAN YANG HAKIKI

HIKMAH OLEH HABIB NOVEL ALATAS

Ketaatan yang hakiki akan terpelihara dengan memelihara 3 dasar

1. cinta kepada ALLAH(dengan memikirkan akan tanda2 kebesaran ALLAH)

2. Memikirkan atas nikmat yang telah diberikan ALLAH

3. membiasakan diri dalam berdzikir.

  Habib abdullah bin alwi alhaddad

Minggu, 12 November 2017

Iman Bisa Bertambah dan Berkurang , Ini Sebabnya!

HIKMAH OLEH HABIB NOVEL ALATAS,

- Iman Bisa Bertambah dan Berkurang , Ini Sebabnya!

Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad mengatakan.

Keimanan akan bertambah dengan menekuni dan memperbanyak amal shaleh dengan tulus karena Allah Swt. Adapun kemunafikan akan bertambah dengan mengerjakan kejelekan baik itu meninggalkan kewajiban dan melakukan kemaksiatan. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Saw:
Barang siapa melakukan satu perbuatan dosa hatinya akan berbintik hitam, apabila ia bertaubat hatinya akan dibersihkan dan apabila tidak bertaubat, maka bintik hitam itu semakin menyebar hingga menghitamlah seluruh hatinya
(Nasoih dinniyah 41)

Sabtu, 11 November 2017

Islam disebut Rahmatan Lil 'Alamiin.

Dari Group MAJLIS RASULULLAH

Oleh HABIB HUSEN BIN ALI ALMUHDHOR

Rasulullah SAW sayyidina Muhammad yang kita ikuti adalah orang yang mampu mendamaikan beberapa pemimpin kabilah di mekkah, yang bertikai karena masing-masing merasa berhak untuk meletakkan hajar aswad setelah renovasi ka'bah saat itu.
Rasulullah SAW sayyidina
Muhammad, Rasulullah yang kita teladani itu, adalah orang yang mempersaudarakan kaum muhajirin (pendatang dari mekkah) dengan kaum anshar (pribumi/asoe lhok) di madinah. Lebih dari itu, sayyidina Muhammad mempersatukan dua suku besar Madinah, 'Aus dan Khazraj, yang sekian lama bertikai akibat politik devide et impera yang dijalankan Yahudi kala itu.

Sayyidina  Muhammad, Sang Kekasih yang kita cintai itu, adalah manusia agung yang menjadikan rumah musuh bebuyutannya, Abu Sufyan, yang berkali2 berperang hidup mati dengannya, sebagai tempat yang aman bagi kafir Quraisy ketika fathu mekkah, waktu itu ia memberi pengumuman "barang siapa yang bersembunyi di rumah Abu Sofyan, maka ia akan aman." Sungguh sebuah penawaran rekonsiliasi yang indah bukan? Bahkan diceritakan, Abu Sufyan sampai meleleh air matanya.

Sayyidina Muhammad dicaci oleh seorang yahudi pengemis yang lemah, tapi ia senantiasa datang menyuapinya makanan dengan cara yang sungguh lembut. Sayyidina Muhammad pernah dilempari batu oleh kaum thaif, tapi ketika malaikat datang menawarkan azab kepada orang2 thaif, Beliau menolaknya, "jangan, mereka tidak tahu, kalau mereka tahu, pasti mereka tak akan begitu." Itu adalah bukti bahwa perjuangan sayyidina Muhammad bukanlah untuk melestarikan dendam dan kebencian.

Saban tahun kita menyelenggarakan maulid, merayakan kelahiran sang kekasih tercinta, namun tak kita serap saripati perjuangannya, tak kita ambil inspirasi dari metode yang dijalankannya, yang ada kita semakin rajin menyuburkan  kebencian2. Alih2 mengupayakan titik temu, lebih sering kita mencari-cari, men-"tajassasu" kekurangan2 kelompok lain, lalu kita pertentangkan nyaris tanpa jeda.

Pahitnya, hal itu bahkan kita lakukan di dalam rumah kita sendiri, keluarga besar ummat Islam, yang kita tahu sama2 menyembah Allah, sama2 mengikuti risalah Muhammad. Hanya karena berbeda cara menafsirkan, kita terjebak untuk terus bermusuhan. 

Padahal, harusnya ummat Islam lah yang paling tahu cara berdamai dan mendamaikan, karena itulah yang membuat Islam layak untuk memegang tongkat kepemimpinan dunia. Kemampuan berdamai dan mendamaikan itu,  mutlak dibutuhkan untuk mengelola dunia yang penuh dengan perbedaan-perbedaan dan segala potensi pertikaian. Karena itu pula Islam disebut Rahmatan Lil 'Alamiin.

#Renungan Tahun Baru Hijrah menuju Maulid.
#Copas dari status Bang Aiyub Bustamam.

اللهم صل وسلم على سيدنا و مولانا محمد..

Jika Ada Yang Menyakiti


Ali bib Abi Tholib

Jika ada kata kata yang menyakitimu,Menunduklah ' , dan biarkan ia melewatimu , ( jangan di masukkan ke hati agar tidak lelah hatimu ) .

- Ali bin Abi Tholib -

Nasehat Habib Bagir Al Atas

NASEHAT HABIB BAGIR AL ATAS

BANGUN SUBUH!!!

Bagaimana kita akan mendapatkan Khusnul khatimah sedangkan kita tidak mau berusaha untuk bangun sebelum subuh atau subuh bangunnya sering setelah isrok atau sengaja diundur undur sehingga keluar waktu sholat.

Barang siapa yg biasanya tidur tengah malam apabila mengetahui bahwasanya sering terlambat bangun atau kesiangan atau udah dekat mau keluar waktu subuh maka hendaknya tidurnya dirubah menjadi lebih maju kalau perlu jam 9 udah tidur.

Pekerjaannya ditinggalkan dulu untuk keselamatan kita juga...supaya bangun subuh atau sebelum subuh...

Apabila mau tidur juga bisa diniatkan untuk bangun sebelum subuh.

Mengherankan kalau sudah tau bangun sering terlambat kok tidak mau usaha untuk bangun sebelum subuh atau azan subuh, ini sesuatu yg tidak pantas
Bagaimana mau menerima nasehat yg baik apabila sihamba tersebut selalu bangun setelah subuh.

Orang yg bangun setelah azan subuh akan dikencingi syaiton apakah kita ridho selalu dikencingi oleh syaiton pastilah kita tidak akan ridho.

Juga anak anak kita biasakanlah untuk bangun sebelum subuh maka anak tersebut akan mudah menerima nasehat dari mulai sejak umur 1 tahun hendaknya udah dibangunkan sebelum subuh
Janganlah menunggu sampai waktu besar ntar kebiasaan bangun terlambat kita tidak bisa menyalahkan anak kita akan tetapi salahkan diri kita sendiri dan kita bertanggung jawab atas anak tersebut gara gara kita tidak membangunkan diwaktu subuh membiyarkan anak kita sampai waktu keluar subuh bahkan sampai siang.

Ajaran kaum Sholihin tidak membiyarkan anaknya bangun setelah azan subuh akan tetapi sebelum subuh
Akan tetapi orang tua sekarang kasih sayangnya terbalik,apabila tidak sholat subuh diam seribu bahasa atau bangun terlambat apabila tidak sekolah dimarahin habis habisan.

Sungguh sangat memperihatinkan orang tua di zaman sekarang ini baik didalam keluarga Kanjeng nabi maupun dikalangan orang Jawa ini disebabkan orang tuanya tidak memikirkan masa depan untuk akhiratnya.

Orang yg semacam ini yg tidak punya tanggung jawab sama anak dan tidak punya rasa kasih sayang pada anaknya secara hakekatnya.

Senin, 16 Oktober 2017

22 Nasehat Al-Habib Abdullah bin Alwi Alattas dalam Mendidik Anak

22 Nasehat Al-Habib Abdullah bin Alwi Alattas dalam Mendidik Anak

AGUSTUS 26, 2016FADHOLLY  22 NASEHAT AL-HABIB ABDULLAH BIN ALWI ALATTAS DALAM MENDIDIK ANAK TINGGALKAN KOMENTAR

1. “Apabila kalian ingin agar anak-anak kalian menjadi anak yang cerdas dalam berfikir (tangkas), maka lazimkan agar banyak bergerak.”

2. “Apabila kalian ingin agar mereka menjadi anak yang sehat maka lazimkan agar bangun akhir malam.”

3. “Apabila kalian ingin agar mereka bercahaya hatinya dan pemahamannya terbuka, maka lazimkan agar sedikit makan dan rasa lapar.”

4. “Apabila kalian ingin agar mereka berakhlaq bagus maka lazimkan untuk berteman dengan teman yang bagus serta kalian jaga dari teman-teman yang jahat.”

5. Apabila kalian ingin agar mereka memiliki rasa kasih sayang, maka lazimkan mereka untuk mencari ilmu di selain kampungnya dan carikanlah guru selain kalian.”

6. Apabila kalian ingin agar mereka menjadi anak yang shaleh, maka jangan kalian agungkan urusan dunia di hadapan mereka.”

7. “Apabila kalian ingin agar mereka menjadi waliyullah dan selalu dalam hidayah, maka lazimkan mereka untuk makan makanan halal, serta kalian jaga dengan sungguh-sungguh ¬ dari perkara syubhat.”

8. “Apabila kalian ingin agar mereka mempunyai sifat dari sifat-sifatnya orang mulia, maka pilihlah baginya ibu dari keluarga yang mulia.”

9. “Apabila kalian ingin agar mereka menghormati dan memuliakan kalian, maka jangan banyak berkata kasar yang memberatkan mereka dan jangan banyak berkata lembut yang membuat mereka meremehkannya. Akan tetapi berkatalah kepada mereka seperlunya saja.”

10. “Apabila kalian ingin agar urusan mereka selau dipegang oleh Allah Swt., maka jangan memperbanyak lemah lembut/kasihan kepada mereka.”

11. “Apabila kalian ingin agar mereka selalu beruntung dalam urusan agama dan dunianya, maka wajib untuk kalian selalu ikhlas dalam segala amal dan jauhilah perkara haram dan syubhat.”

12. Apabila kalian ingin agar mereka menjadi pemberani, maka lazimkan kepada mereka untuk dermawan.”

13. “Apabila kalian ingin agar mereka bebas dari sifat-sifat munafik, maka lazimkan mereka untuk shalat berjamaah di masjid pada awal waktu.”

14. “Apabila kalian ingin agar mereka selalu khusyuk dan takut kepada Allah Swt., maka lazimkanlah kepada mereka al-Quran di waktu sahur.”

15. “Apabila kalian ingin agar mereka dijaga dari setiap bencana, maka lazimkan mereka untuk beristighfar di waktu sahur (sebelum Shubuh).”

16. “Apabila kalian ingin agar mereka kaya (kaya hati), tercapai segala cita-cita dan dijaga dari segala bencana, maka lazimkanlah mereka agar selau membaca shalawat kepada Nabi Saw. dengan cara dibaca waktu malam 92 kali dan siang 92 kali, yakni shalawat Thibbil Qulub:
اَللَّهُمَّ صَلِّعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا , وَنُوْرِ الاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا , وَعَافِيَةِ الاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا , وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
(Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin thibbil quluubi wadawaa-ihaa wanuuril abshoori wadhiyaa-ihaa wa‘aafiyatil abdaani wasyifaa-ihaa wa‘alaa aalihi washohbihi wasallim).”

17. “Apabila kalian ingin agar mereka mendapatkan husnul khatimah ketika meninggal, maka lazimkan mereka membaca 41 kali:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ
(Yaa Hayyu Yaa Qayyuumu Laa Ilaaha Illa Anta). Dibaca di antara shalat Qabliyah Shubuh dan shalat Shubuh.”

18. “Apabila kalian ingin agar mereka panjang umur, maka bersedekahlah untuk mereka, dan ajarkan kepada mereka hal tersebut agar mereka mengerjakannya setelah kalian.”

19. “Apabila kalian ingin agar mereka menjadi kuat dan penyabar, maka jauhkan mereka dari kampung halaman untuk menziarahi orang-orang shaleh yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal untuk mendapatkan keberkahan dari mereka.”

20. “Apabila kalian ingin agar mereka selalu berprasangka baik kepada orang-orang pilihan Allah Swt., dan jauh dari berprasangka buruk, maka larang mereka untuk duduk dengan orang-orang bodoh yang tidak peduli dengan perkara agama mereka.”

21. “Apabila kalian ingin agar mereka menjadi seorang pemimpin kaum (orang terpandang), maka jauhkan mereka dari orang-orang bodoh yang tidak peduli dengan perkara agama mereka.”

22. “Apabila kalian menghendaki mereka menjadi pemuka agama (tokoh agama dan masyarakat) maka cegahlah mereka dari pada berkumpul atau ¬bergaul dengan perempuan dan orang tua dan lazimkan bagi mereka berkata benar atau jujur serta tawadhu’ (merendah).”
Itulah beberapa nasehat al-Habib Abdullah bin Alwi Alattas dalam mendidik anak dan juga untuk kita amalkan agar kita mendapatkan manfaat seperti nasehat tersebut di atas.

https://ratibalhaddad.com