Senin, 09 Oktober 2017

10 BINGKISAN MUTIARA INDAH DARI 4 KHALIFAH GENERASI AWAL ISLAM (KHULAFAUR RASYIDIN)

Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq radliyallahu ‘anh mengatakan, “tiada seorang hamba yang dianugerahi 10 hal, melainkan ia akan selamat dari berbagai bencana dan penyakit, dia sederajat dengan Muqarrabin serta akan mendapatkan derajat Muttaqin, yaitu ;
1. Jujur yang terus-menerus disertai hati yang qana’ah,
2. Kesabaran yang sempurna disertai dengan rasa syukur yang terus-menerus,
3. Kefaqiran yang abadi yang diikuti dengan sifat zuhud,
4. Berfikir yang terus-menerus disertai dengan perut yang lapar,
5. Keprihatinan yang abadi disertai dengan rasa takut yang terus-menerus,
6. Kerja keras yang terus-menerus disertai dengan sikap rendah diri,
7. Keramahan yang terus-menerus disertai dengan kasih sayang,
8. Cinta yang terus-menerus disertai dengan rasa malu,
9. Ilmu yang bermanfaat diikuti dengan pengamalan yang terus-menerus,
10. Iman yang langgeng yang disertai dengan akal yang kuat.”

Sayyidina Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anh berkata, “10 hal belum menjadi baik tanpa dibarengi dengan 10 hal lainnya, yaitu ;
1. Akal belum baik tanpa dibarengi dengan sikap wira’i,
2. Amal (perbuatan) belum baik tanpa dibarengi dengan ilmu,
3. Keberuntungan belum baik tanpa dibarengi dengan takwa kepada Allah,
4. Penguasa belum baik tanpa dibarengi dengan keadilan,
5. Reputasi belum baik tanpa dibarengi dengan adab (kesopanan),
6. Kesenangan belum baik (nyaman) tanpa dibarengi dengan keamanan,
7. Kekayaan belum baik tanpa dibarengi sikap dermawan,
8. Kefaqiran belum baik hingga disertai dengan sikap qana’ah,
9. Ketinggian nasab belum baik tanpa dibarengi dengan sikap tawadhu’,
10. Perjuangan menuju kebenaran belum baik tanpa di iringi taufik Allah.”

Sayyidina Utsman bin Affan radliyallahu ‘anh berkata, “10 hal yang paling disia-siakan, yaitu ;
1. Orang alim yang tidak dapat dijadikan tempat bertanya,
2. Ilmu yang tidak diamalkan,
3. Pendapat yang benar yang tidak diterima,
4. Senjata yang tidak dipakai,
5. Masjid yang tidak digunakan shalat,
6. Mushhaf (Al-Qur’an) yang tidak dibaca,
7. Harta yang tidak di infakkan,
8. Kuda yang tidak ditunggangi,
9. Ilmu zuhud yang ada pada hati orang yang cinta dunia,
10. Umur panjang yang tidak digunakan sebagai bekal untuk bepergian (menuju akhirat).”

Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah berkata,
1. Ilmu adalah sebaik-baiknya warisan,
2. Etika adalah sebaik-baiknya pekerjaan,
3. Takwa adalah sebaik-baiknya bekal,
4. Ibadah adalah sebaik-baiknya perdagangan,
5. Amal shaleh adalah sebaik-baiknya penuntun (menuju surga),
6. Akhlak terpuji adalah sebaik-baiknya teman (dunia akhirat),
7. Al-Hilmu (rendah diri) adalah sebaik-baiknya penolong,
8. Qana’ah adalah sebaik-baiknya kekayaan,
9. Taufiq adalah sebaik-baiknya pertolongan,
10. Kematian adalah sebaik-baiknya pendidik menuju perangai yang terpuji.”

Dikutip dari buku “Nasihat Bagi Hamba Allah” terjemah dari kitab "Nashaihul ‘Ibad fiy Bayaani Alfadh Munabbihatin ‘alaal-Isti’daadi li-Yaumil Ma’ad” karangan al-‘Allamah al-Alim al-Imam asy-Syaikh Abu Abdul Mu’thi Muhammad ibnu Umar ibnu ‘Arabiy ibnu Nawawiy asy-Syafi’i at-Tanariyal-Bantaniy al-Jawiy (1230 H - 1314 H), lahir di kampung Tanara, Serang Banten – Indonesia dan ketika wafat di makamkan di pekuburan Ma’la Mekkah dekat dengan makam Ummul Mukminin Siti Khadijah, istri Baginda Nabiyullah Muhammad al-Mushthafa Shallalhu ‘alayhi wa sallam.

Beliau diberi gelar pertama kali oleh asy-Syaikh Ahmad bin Muhammad Zain Al-Fathaniy sebagai “al-Imam An-Nawawiy ats-Tsaniy (Imam Nawawi Kedua)”. al-Imam Nawawi yang pertama adalah seorang Ulama agung Madzhab Syafi'i, ulama Hujjatul Islam yang wafat di Nawa, Damsyiq (Damaskus), nama lengkap beliau adalah al-Imam al-Hafidz al-Hujjah asy-Syaikhul Islam Taqiyuddin Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf bin Birri bin Hasan bin Husaini Mukhyiddin an-Nawawi ad-Dimasyqiy asy-Syafi’i, pengarang kitab Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, Raudhatuth Thalibin, Al-Adzkar, Arba'in Nawawiyah, Al-Majmu’ Syarah Muhadzab, Daqaid Al-Minhaj, Minhajut Thalibin wa Umdatun Muftiyn, dan banyak kitab lainnya.

al-Imam an-Nawawiy ats-Tsaniy juga dijuluki sebagai “Sayyid ‘Ulama Hijaz (Pemuka Ulama Mekkah dan Madinah)”. Silsilah beliau bersambung kepada Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati, Cirebon) yaitu keturunan dari putra Maulana Hasanuddin (Sultan Banten I) yang bernama Sunyararas (Tajul ‘Arsy). Nasabnya bersambung dengan Nabi Muhammad melalui Imam Ja’far Ash-Shadiq, Imam Muhammad Al-Baqir, Imam Ali Zainal Abidin, Sayyidina Husain kemudian Sayyidah Fatimah Az-Zahra.

http://majelisalmunawwarah.blogspot

Selasa, 03 Oktober 2017

Agar Cerdas


رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي (25) وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي (26) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي (27) يَفْقَهُوا قَوْلِي (28)

ROBBISY ROHLY SHODRY WA YASSIRLY AMRY WAHLUL 'UQDATAN MIN LISAANY YAFQOHUU QOULY (3X) QS. THOOHAA 25-28

2.
فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ (79

FA FAHHAMANAAHAA SULAIMAANA WA KULLAN ATAYNAA HUKMAN WA 'ILMAN WA SAKHKHORNAA MA'A DAAWUUDAL JIBAALA YUSABBIHNAA WAT THOIIIR (1x) QS. AL-ANBIYAA 79

* Dibaca setiap mau belajar dan akan ujian

3. Kalo bisa setiap malam jumat baca surat al-Kahfi 3 kali dan bila sampai pada ayat :

فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا (65)

FAWAJADAA 'ABDAN MIN 'IBAADINAA AATAINAAHU ROHMATAN MIN 'INDINAA WA 'ALLAMNAAHU MIN LADUNNAA 'ILMAN
(al-Kahfi ayat 65)

diam sejenak, pejamkan mata dan memohon "YA ALLAH BERIKAN AKU JUGA ILMU LADUNNI SEBAGAIMANA YANG TELAH ENGKAU BERIKAN PADA HAMBAMU-NABI KHIDHIR 'ALAIHIS SALAM DAN HAMBA-HAMBAMU YANG SHOLEH."

majelisalmunawwarah.blogspot.co.id

Agar ingatan kuat

Seorang Ulama, Wali besar, dan Guru para wali-wali besar Al-Imam Al-'Allamah Al-Quthb Al-Arifbillah, Salah seorang keturunan Rasulullah SAW yang senantiasa mengikuti jejak leluhurnya, A1Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Mu'allif Simtud Durrar) telah berkata :

"Surat Al-A'la mengandung rahasia besar dan serba mencakup. Setiap orang yang mengeluh kepadaku tentang kelemahan daya ingat, maka aku akan menganjurkan kepadanya untuk membaca surat ini, dan ketika sampai pada ayat : "Sanuq-ri-uka falaa tansaa" "Kami akan membacakan kepadamu (Rasulullah) maka kamu tidak akan lupa" (QS. Al-Ala, 87;6)

Hendaknya ia mengulang ayat itu paling sedikit 7 kali, lalu menyelesaikan surat tersebut"
Manaqib Al Imam Al-Quthbil Wujud Asy-Syahir Al Habib Ali bin muhammad Al-Habsyi Shabibul Maulid Simtud Durrar)

majelisalmunawwarah.blogspot.co.id

Agar Dunia Mengejarmu

Diriwayatkan bahwa seorang Sahabat mengeluh kepada Rasulullah ﷺ dan berkata : "Ya Rasulallah, kenapa dunia seolah-olah tidak menginginkanku, semua usahaku bangkrut, peternakan dan pertaniankupun selalu gagal panen.? Sambil tersenyum Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan tentang tasbihnya para Malaikat serta tasbihnya penghuni alam semesta yaitu kalimat :
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم واستغفر الله

SUBHANALLAH WA BIHAMDIHI SUBHANALLAHIL 'AZHIM WASTAGHFIRULLAH

Lalu Nabi ﷺ bersabda : "Bacalah 100 kali sebelum terbit Fajar.
Maka dunia akan memohon kepada الله agar engkau miliki (mengejarmu tanpa kau mengejarnya)"

Selang beberapa bulan kemudian, sahabat tadi kembali lagi dan bercerita : Ya Rasulallah sekarang aku bingung dengan hartaku kemana harus aku letakkan hasil usaha dan peternakanku karena banyaknya"

(Diriwayatkan oleh Alkhatib Al Baghdadi dari Imam Malik RahimahuLLAAH. Dikutip dari Kitab : أبواب الفرج oleh Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki RahimahuLLAAH)

Istidraj

Ciri-Ciri seseorang terkena ISTIDRAJ :
.
1. Keimamanan dan ibadah semakin menurun
namun kesenangan dan kekayaan makin
melimpah, rasa takut kepada Allah semakin
berkurang, tidak takut berbuat dosa
.
2. Orang itu Terus saja Melakukan Dosa itu,
Tidak mau menerima kebenaran dan nasehat
yang datang untuknya, dan Allahpun semakin
membuka Kesuksesan untuknya bahkan Semakin Melimpah
.
3. Semakin Kikir Justru Harta Semakin Melimpah
.
4. Jarang Sakit. Imam Syafi’i pernah mengatakan :
setiap orang pasti pernah mengalami sakit
suatu ketika dalam hidupnya, jika engkau tidak
pernah sakit maka tengoklah ke belakang
mungkin ada yang salah dengan dirimu
.
5. Semakin Sombong Namun Harta Semakin
Melimpah.
Orang yang mengalami istidraj cirinya
semakiin ia sombong maka semakin kaya dan
terbuka dunia bagi dirinya. (Sombong adalah tidk mau menerima kebenaran dan meremehkan
orang lain)
.
Rasululah bersabda : “Di antara
tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang
beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu
kesenangan dunia serta orang yang terus-
menerus melakukan perbuatan dosa”. (HR. Al
Hakim)
.
6. Akhir dari seseorang yang terkena istidraj
adalah mendapatkan Siksa Sekonyong konyongnya di akhir hayatnya, atau harta nya dimusnahkan secara tiba -tiba tanpa dia menduganya (seperti Qorun yang hartanya ditelan bumi)
.
Siksa dan laknat yang diturunkan Allah Azzawajalla untuk orang yang mendapat istidraj bisa dalam
berbagai macam bentuk, bisa jadi Keberkahan
Umurnya dicabut sehingga Tidak ada Ketenangan hidup, selalu dirundung kegelisahan dan
kesedihan padahal hartanya banyak, bisa jadi
dengan Sakit Parah, Kehilangan anggota
keluarga , Matinya hati sehingga tidak bisa
menerima petunjuk Agama sehingga berbuat
dosa terus menerus (susah tobat), Itu bentuk2
siksaan di dunia, JIKA TIDAK DIBALAS DIDUNIA,
MAKA DI ALAM KUBUR DIA AKAN
MENDAPATKAN SIKSAAN YANG DAHSYAT,
SEBELUM SIKSAAN AKHIRAT.
Semoga kita sekeluarga di Lindungi dari
Istidraj...Aamiin

majelisalmunawwarah.blogspot.co.id

Rizki

IURIZKI

Sesungguhnya rezeki kita ini sudah diatur dan sudah ditentukan oleh Allah SWT. Maka janganlah khawatir akan perihal rezeki, walaupun begitu hendaknya tetap kita berikhtiar.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Allah telah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
(HR. Muslim no. 2653, dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al Ash

Dalam hadits lainnya disebutkan,
"Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan (setelah 'arsy, air dan angin) adalah qalam (pena), kemudian Allah berfirman, "Tulislah". Pena berkata, "Apa yang harus aku tulis". Allah berfirman, "Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya."
(HR. Tirmidzi no. 2155. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ibnul Qayyim berkata, "Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah dengan hikmahNya berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti dengan rahmatNya membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.
Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

majelisalmunawwarah.blogspot.co.id

Sabtu, 30 September 2017

Munajat Dalam Kegelapan

MUNAJAT DALAM KEGELAPAN

Ketika sanubariku keruh dan terbenam dalam gelapnya kesulitan dan kesempitan, sanubariku meraung menahan sakitnya benturan benturan permasalahan yg bagaikan hujan lebat terus mendera tubuhku, aku berusaha menghindar dan menyelamatkan diri, namun hantaman hantaman kesulitan tindih menindih membuatku roboh tak berdaya, panca inderaku gelap tak memiliki rasa, mataku terbuka dan seluruh pemandangan berubah menjadi selubung pekat yg mengerikan, telingaku mendengar suara suara namun mendadak bagaikan dihambat dengan ketulian yg kelam, alam pemikiranku lumpuh, kedua telapak tangan dan jari jariku bergetar, hatiku bagai hangus terbakar oleh gemuruh lahar kerisauan.....

Apa yg bisa kuperbuat..????,

aku tidak tahu, semua jalan keluar yg kutempuh tertutup rapat.., semua orang masa bodoh atas kesulitan dan raunganku, seakan aku hidup sendiri di alam ini..

Aku rebah terhenyak.......
tiba tiba terdengarlah suara lirih dari Firman Tuhanku..

WA NAADAA FIDHULUMAAT.. AN LAA ILAAHA ILLA ANTA.., SUBHANAKA INNIY KUNTU MINADDHAALIMIIN.., FASTAJABNAA LAHU WANAJJAYNAAHU MINAL GHAMMI WAKADZAALIKA NUNJIYYIL MU'MININ.....

Aku tersentak kaget.. ah.. Kisah Yunus as.., ketika Allah swt menceritakannya dengan jelas,
"DAN DIA (Yunus) MEMANGGIL (KU) DALAM KEGELAPAN.. BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ENGKAU, MAHA SUCI ENGKAU.. SUNGGUH AKU TERMASUK ORANG YG DHALIM.., MAKA KAMI MENJAWAB DOANYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI KEGUNDAHAN DAN PERMASALAHAN DAN DEMIKIAN PULA KAMI MENYELAMATKAN ORANG ORANG MUKMIN"

(Al Anbiya 87)

Betapa sempit dan adakah lagi kesempitan dan kebingungan lebih dari yg menimpa Nabiyallah Yunus as saat itu?, ditelan oleh seekor ikan raksasa dan hidup merangkak didalam perut hewan itu.. betapa busuknya.. betapa gelapnya.. betapa sempit dan kalutnya Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan besar dan dibawa kepada kedalaman Samudera raya..

Ia tak mungkin memanggil siapapun, tak pula bisa berbuat apapun.. namun cerita ini dikisahkan kembali oleh Nya seakan Dia berseru :

Akulah Raja Tunggal Maha Penguasa Kegelapan Samudera, Akulah yang Maha Menemaninya saat ia dalam kesendirian, Aku Maha Tunggal Mendengar tangisannya yg terbenamkan dalam pekatnya Samudera, Masihkah ada selainku yg mendengar panggilannya.
Saat itu memang sudah tak ada lagi yg bisa diharapkan selain Nya, maka Dia menceritakannya dengan indah

: "Maka ia Memangil manggil Ku dalam kegelapan..", kegelapan perut ikan, kegelapan perasaan, kegelapan masalah yg terpekat..
"ia memangil manggil Ku dalam kegelapan.. Tiada Tuhan Selain Mu, Maha Suci Engkau, sungguh aku dari kelompok hamba yg dhalim.."

Tak ada keselamatan dari Siksa Nya selain dengan Kalimat Tauhid, sebagaimana Hadits Qudsiy yg berbunyi :

"Laa ilaaha illallah adalah Benteng Ku, barangsiapa yg mengucapkannya maka ia masuk dalam benteng Ku, barangsiapa masuk dalam benteng Ku maka ia aman dari siksa Ku"

Maka Yunus as memulai doanya, memanggil mangil Maha Raja Penguasa Samudera Kegelapan dan Maha Menemani setiap kesendirian, Maha Raja Yang Menciptakan Terang Benderang dan Kegelapan di Kerajaan Alam Semesta, ia memulai doanya dengan
"Laa ilaaha illan anta"Tiada Tuhan selain Engkau..
Lalu Yunus meneruskan doanya dengan mensucikan Allah..bertasbih kepada Allah.. Dia Yang Tak satupun menghalangi Pandangan Nya, Maha Suci Raja Yang selalu disucikan selamanya oleh sekalian Alam.., dan Dia pula telah berfirman :  " KALAU BUKAN KARENA IA (Yunus) ORANG YG SUKA BERTASBIH MENSUCIKAN ALLAH, NISCAYA IA AKAN TETAP DIDALAM PERUT IKAN ITU HINGGA HARI KEBANGKITAN"

Maka Yunus meneruskan doanya dengan kalimat SUBHANAKA maha suci Engkau.. Inniy kuntu minaddhaalimiin.. sungguh aku termasuk golongan orang yg dhalim.. (Yunus as marah dan meninggalkan ummatnya sebelum diizinkan Allah), Ia mengadu, mengaku, dan berharap cemas semoga Maha Pemelihara Tunggal ini masih memaafkannya, maka Dia Allah meneruskan firman Nya, MAKA KAMI TERIMA SERUANNYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI KESULITAN..

betapa tak berartinya seluruh musibahku ini dibanding orang yg ditelan hewan raksasa lalu dibawa tenggelam ke Dasar Samudera.. muncul harapan dihatiku.. berarti aku harus banyak mengucapkan kalimat Tauhid, Tasbih dan mengakui kesalahanku pada Nya, Niscaya Dia akan menolongku dari kesulitan ini..
Tiba tiba batinku merintih lagi.. ah.. tak mungkin.. itukan untuk Nabi Yunus..", siapakah aku hingga akan pula akan ditolong Allah?, ini hanyalah kekhususan Yunus as, Nabi Allah,
tiba tiba aku teringat akhir ayat itu.. WA KADZALIKA NUNJIYYIL MU?MINIIIN, dan begitupula kami menyelamatkan orang orang yg mukmin?

Maha Suci Engkau Wahai Menyingkap kegelapan malam dan membuatnya terang benderang, beribu hati gelap dan pekat telah pula kau singkapkan kesedihan mereka dengan pengabulan doa hingga hati gelap dan kelam itu berubah menjadi terang benderang dengan kegembiraan oleh Matahari Keluhuran Mu..

Kau simpan rahasia kelembutan Mu dalam ayat pendek ini..,
bahwa Kau Maha Siap mengulurkan jari jari takdir kelembutan yg memutus rantai rantai takdir Mu yg mencekik dan menghanguskan sanubari ini dengan Munajat dan Doa kami, sebagaimana Hadits Nabi Mu saw,

Tiadalah Yang Mampu menolak ketentuan Nya, selain Doa. Hanya doa dan rintihan di Pintu Kemegahan Mu yang akan menyingkirkan segala kesulitan ini..

Maka aku bermunajat Sebagaimana Munajat Nabiku Muhammad saw :

Wahai Allah......
Demi orang orang yg bermunajat meminta kepada Mu,
Demi orang orang yang bersemangat menuju keridhoan Mu,......
dan juga demi doa Yunus as dan seluruh pemiliki sanubari luhur yg menginjak Bumi Mu dari zaman ke zaman,......
Demi berjuta telapak tangan yg telah terangkat bermunajat pada Mu......
Demi Doa Yunus ketika didalam perut hewan raksasa di dasar Samudera, Yang sebab doanya lah kau bukakan Rahasia pertolongan Mu......
dan demi Keteguhan Ibrahim as yg membuat api Namrud menjadi tunduk dan dingin..
dan Demi Munajat Nabi Muhammad saw, yg merupakan Munajat Terluhur dari seluruh Munajat Hamba Mu di Kerajaan Alam Semesta......

Bebaskan Aku dari segala kesempitan, bebaskan aku dari dasar samudera kesulitan yg membuatku tenggelam dan Buta dari kegembiraan, yg membuatku ditelan oleh dosa dan merangkak diperut dosa yg penuh dg busuknya bangkai kehinaan dalam keadaan Lumpuh dari harapan, akulah hamba yg merangkak diperut dosa.. ditenggelamkan ke dasar Samudera kesulitan" memanggil manggil Nama Agung Mu.....
memanggil manggil satu satunya gerbang harapan bagi para pendosa..... selamatkan aku dari segala kesulitan.... Tiada Tuhan Selain Engkau..
aku tak akan menyembah selain Mu..
tak pula akan sujud pada selain Mu.. penghambaanku hanya untuk Mu..
tak pula akan memilih Tuhan Lain selain Mu..
bila muncul dihadapanku Tuhan lain dengan menyiapkan seluruh kenikmatan dan kemewahan abadi diahadapanku.. niscaya kuhempaskan dan kutolak seluruh anugerahnya, aku akan berpaling dan berlari kepada Mu.. Menuju Tuhanku Yang Maha Tunggal
Tetap Engkau Maha Tunggal Tuhanku.. hanya Engkau Rabbiy.. hanya Engkau Pilihanku.. hanya Engkau.. Maha Suci Engkau dengan segala kesucian.. maka singkirkanlah segala kesulitan ini sebagaimana Ibu yg menepiskan bekas noda dari wajah bayinya.. Rabbiy?Rabbiy.. Sungguh aku telah berbuat kedhaliman.. sungguh aku telah mengingkari perintah Mu.. namun kemana aku akan pergi menyelamatkan diri kalau bukan kepada Mu....
Demi Keluhuran Muhammad saw..
Demi Munajat Muhammad saw..
Demi Keindahan Muhammad saw
Demi Kewibawaan Muhammad saw.. Demi Mukjizat Muhammad saw..
Demi Syafaat Muhammad saw..
Yang kesemua itu mencerminkan Keindahan Mu dan Kesempurnaan Mu Rabbiy, Maka Maha Suci Engkau dan segala Puji atas Mu Tuhan sekalian Alam.....